cahaya kemuliaan

“Hati itu umpama kaca , jangan biar ia retak .. Akal itu umpama air , jangan biar ia kering .. Iman itu umpama debu , jangan biar ia hilang .. Persahabatan itu pula umpama tali , jangan biar ia putus ..”

KISAH CINTA ANTARA NABI SULAIMAN DENGAN RATU BALQIS 6:44 AM


NABI SULAIMAN MENAKLUKKAN SYAITAN DAN JIN


Nabi Sulaiman alaihissalam adalah tokoh negarawan besar. yang padanya berkumpul diia jawatan yakni sebagai Rasul dan Raja.

Dengan demikian ia adalah Pemimpin Agama dan Pemimpin Negara. la diutus kepada Bani Israil yang telah mendirikan sebuah kerajaan di Palestin setelah bangsa itu berhasil dibebaskan oleh Nabi Musa dari kezaliman kerajaan Fir'aun di Mesir.

Ketika masih belia (belum dilantik raenjadi Nabi), Sulaiman telah memperlihatkan bakat kecerdasan luar biasa sehingga banyak orang yang datang kepadanya meminta petunjuk. la beberapa kali pernah raeralat keputusan ayahandanya, Nabi Daud, yang juga merangkap sebagai Raja Bani Israil.

la seorang cerdas, berwajah tampan, gagah, memikat dan berwibawa. Ketika mencapai usia dewasa, ia dilantik Tuhan menjadi Rasul, dan setelah ayahandanya mangkat ia pun dinobatkan menjadi Raja, dan di tangannyalah kerajaan Bani Israil mencapai puncak kemakmuran yang gemilang.

Sebagai Rasul ia memperolehi mukjizat yang luar biasa hebatnya. Ia dapat berbicara dengan burung-burung, memahami percaka-pan haiwan-haiwan lainnya, dapat menundukkan (me-ngendarai) angin kemana dikehendakinya, bahkan dapat memerintah jin-jin dan syatan-syaitan yang ahli bangunan dan penyelam. Mukjizat demikian memang telah dimintanya kepada Allah agar dia dianugerahi kerajaan, kekuasaan dan keistimewaan khusus yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahnya.

la kaya-raya dengan harta benda yang melimpah ruah. Istana kerajaannya dibangun oleh para jin dan syaitan-syaitan dari batu-batu ber-harga, kaca-kaca dan per-mata-permata yang berasal dari galian di dasar laut dan lombong-lombong di dalam perut bumi. Jin-jin itu patuh bekerja di bawah perintahnya dengan izin Tuhan.

Pada suatu ketika Sulaiman mengadakan pemeriksaan barisan ke atas segenap bala tenteranya yang terdiri dari jin, manusia dan burung-burung. Semuanya merupa-kan tiga angkatan yang ber-baris tertib. Mereka mengadakan pertunjukan kebesaran. Tatkala tiba di sebuah lembah semut, berkatalah Raja Semut itu kepada kaumnya:

"Hai para semut, masuklah ke sarang-sarangmu supaya kamu tidak terinjak-injak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedang mereka tidak sedar", (An-Naml: 18)

Mendengar itu, Sulaiman berhenti di dekat lembah semut, memerintahkan pasukannya berjalan hati-hati agar jangan sampai melanggar makhluk-makhluk kecil itu.
Tatkala memeriksa angkatan burung-burung, ter-nyata burung Hud-hud tidak hadir. Beliau bertanya marah: "Kenapa Hud-hud tidak hadir? Sungguh akan ku hukum ia dengan seksaan berat atau ku sembelih atau ia datang kepadaku dengan alasan yang benar."

Tidak lama kemudian muncullah Hud-hud memberi hormat dan rnelaporkan:

"Saya telah mengetahui sesuatu hal yang man bejum ketahui, dan ku bawa kepada-mu dari negeri Saba suatu berita penting yang meyakinkan. " (An-Naml: 22).
"Apa maksudmu?" tanya Sulaiman.

Hud-hud melaporkan:
"Sesungguhnya saya mendapati seorang (ratu) wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempu-nyai singgasana yang besar. Kulihat ratu dan rakyatnya tidak menyembah kepada Allah, melainkan sujud kepada matahari. Dan syaitan telah menjadikan mereka meman-dang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu meng-halangi mereka dari jalan (Allah), yang menyebabkan mereka tersesat dari petun-juk". (An-Naml: 23-24).


Nota: Sumber daripada majalah Temubual Dengan Jin Muslim

0 comments:

Post a Comment