My Blog List
Meh sembang....Ahlan wasahlan
Terima kasih kerana sudi membaca blog ini ....
Followers |
Labels
|
cahaya kemuliaan
“Hati itu umpama kaca , jangan biar ia retak .. Akal itu umpama air , jangan biar ia kering .. Iman itu umpama debu , jangan biar ia hilang .. Persahabatan itu pula umpama tali , jangan biar ia putus ..”
| 99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman | 7:06 AM |
|
comments (0)
Filed under:
Ilmiah
|
|
01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri;
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti bercakap yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan;
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan;
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita,lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan;
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuaidengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fizikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita negatif yang berkaitan teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cubaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahawa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merosakkan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang
| Ciri Wanita Muslimah Ahli Surga | 3:20 AM |
|
Filed under:
Ilmiah
|
|
Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :
1. Bertakwa.
2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.
3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.
4. Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.
5. Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.
6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.
7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.
8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.
9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.
10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.
11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.
12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).
13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.
14. Berbakti kepada kedua orang tua.
15. Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.
Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman : “ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)
Wallahu A’lam Bis Shawab.
| 5 WASIAT DARI ALLAH S.W.T. KEPADA RASULULLAH S.A.W | 6:17 PM |
|
Filed under:
Ilmiah
|
|
| n |
| Keutamaan memelihara sifat malu | 3:56 AM |
|
Filed under:
Ilmiah
|
|
MALU adalah sifat atau perasaan yang boleh menimbulkan keengganan untuk kita melakukan sesuatu yang rendah nilainya atau amalan yang tidak baik. Orang yang memililki perasaan malu, apabila melakukan sesuatu yang tidak patut, rendah nilainya atau yang tidak baik, dia akan kelihatan gugup atau merah mukanya. Sebaliknya, orang yang tidak ada perasaan malu biasanya akan melakukan sesuatu yang tidak baik dengan tenang tanpa ada rasa gugup dan takut sedikit pun.
Sifat malu adalah akhlak yang terpuji yang menjadi keistimewaan dalam ajaran Islam. Sifat malu dapat dibahagikan kepada tiga jenis:
1. Malu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
2. Malu kepada diri sendiri.
3. Malu kepada orang lain.
Diceritakan oleh sahabat Abu Sa'id Al-Khudri, bahawa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam apabila melihat sesuatu yang tidak disukainya, air muka Baginda akan berubah. Di dalam sebuah hadis diceritakan yang bermaksud: "Adalah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lebih pemalu dari gadis-gadis pingitan. Bila melihat sesuatu yang tidak disukai, kami dapat mengetahui dari wajah Baginda." (Muttafaqun'alaih).
Seseorang akan merasa malu kepada Allah apabila tidak mengerjakan perintah-Nya serta tidak menjauhi larangan-Nya. Orang yang malu kepada Allah dengan sendirinya akan malu kepada diri sendiri. Ia juga akan malu untuk mengerjakan perbuatan salah sekalipun orang lain tidak melihat perbuatannya atau mendengar perkataannya. Penolakan terhadap perbuatan itu adalah datang dari dirinya sendiri. Ia akan mengawal hawa nafsunya dari keinginan yang baik-baik. Ketiga-tiga jenis malu ini mestilah tumbuh segar dan sentiasa terpelihara di dalam diri seseorang muslim. Lebih-lebih lagi malu terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala, kerana malu kepada Allah inilah yang menjadi sumber dari dua jenis malu yang lain. Malu kepada Allah malu bersumberkan keimanan dan keyakinan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang bersifat sentiasa Melihat, Mendengar dan Mengetahui apa sahaja yang dilakukan oleh setiap hamba-Nya.
Malu adalah sebahagian daripada tanda kesempurnaan iman. Bahkan malu dan iman akan selalu hadir bersama-sama. Apabila salah satu hilang maka yang lain juga akan hilang.
Dalam kehidupan masyarakat hari ini jelas kepada kita bahawa perasaan malu itu sudah hampir dilakukan orang. Kebanyakan masyarakat Islam hari ini tidak malu menerima sogokan-sogokan demi untuk hidup mewah. Manakala terdapat pula dikalangan golongan-golongan tertentu sama ada orang dewasa, remaja mahupun orang tua yang beragama Islam tanpa segan silu berdua-duaan dengan bukan mahram. Jika budaya sifat malu itu kurang dihayati dikalangan masyarakat Islam sudah setentunya akan menyebabkan hilangnya nilai-nilai kemanusiaan yang terdapat dalam dirinya serta sanggup menurut hawa nafsu yang tidak terkendali. Sedangkan kita tahu sekiranya, kita menjaga dan memelihara sifat-sifat terpuji dalam kehidupan nescaya tidak akan berlaku gejala-gejala sosial atau perkara-perkara lain yang tidak diingini.
Oleh yang demikian, adalah penting bagi memelihara sifat malu demi menjaga maruah dan harga diri yang dikurniakan Allah serta mempertahankan kualiti diri sebagai insan yang diciptakan oleh Allah dengan sebaik-baik kejadian.
| Inilah 10 Pembatal Ke-Islam-an | 3:40 AM |
|
Filed under:
Ilmiah
|
|
• Mengadakan persekutuan dalam beribadah kepada Allah.
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan-Nya dan mengampuni selain dosa syrik bagi siapa yang dikehendaki…”. (An-Nisa: 116).
• Menjadikan sesuatu atau seseorang sebagai perantara do’a, permohonan syafaat, serta sikap tawakal mereka kepada Allah.
• Menolak untuk mengkafirkan orang-orang musyrik, atau menyangsikan kekafiran mereka, bahkan membenarkan madzhab mereka.
• Berkeyakinan bahwa petunjuk selain yang datang dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lebih sempurna dan lebih baik. Menganggap suatu hukum atau undang-undang lainnya lebih baik dibandingkan syari’at Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, serta lebih mengutamakan hukum taghut dibandingkan ketetapan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
• Membenci sesuatu yang datangnya dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, meskipun diamalkannya.
“Demikian itu karena sesungguhnya mereka benci terhadap apa yang diturunkan Allah, maka Allah menghapuskan (pahala) amal-amal mereka”. (Muhammad: 9).
• Mengolok-olok sebagian dari Din yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, misalnya tentang pahala atau balasan yang akan diterima.
“…Katakanlah, apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta ma’af, karena kamu kafir sesudah beriman…”.(At-Taubah: 65-66).
• Masalah sihir. Diantara bentuk sihir adalah “Ash Sharf” (pengalihan), yaitu mengubah perasaan seorang laki-laki menjadi benci kepada istrinya. Sedangkan “Al ‘Athaf” adalah sebaliknya, menjadikan orang senang terhadap apa yang sebelumnya dia benci dengan bantuan syaithan.
“..Dan keduanya tidak mengajarkan sihir kepada seseorang pun sebelum mengatakan,’Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu, karena itu janganlah kamu kafir…”.(Al-Baqoroh: 102).
• Mengutamakan orang kafir serta memberikan pertolongan dan bantuan kepada orang musyrik lebih daripada pertolongan dan bantuan yang diberikan kepada kaum muslimin.
…Barangsiapa di antara kamu, mengambil mereka orang-orang musyrik menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim”. (Al-Maidah: 51).
• Beranggapan bahwa manusia bisa leluasa kelar dari syari’at Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
“Barangsiapa yang mencari agama selain Dinul Islam, maka dia tidak diterima amal perbuatannya, sedang dia di akhirat nanti termasuk orang-orang yang merugi”.(Ali-Imran: 85).
• Berpaling dari Dinullah, baik karena dia tidak mau mempelajarinya atau karena tidak mau mengamalkannya.
“Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Rabbnya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-prang yang berdosa”. (As-Sajadah: 22).
Kita berlindung kepada Alah dari hal-hal yang menyebabkan kemurkaan-Nya dan dari adzabnya yang pedih. Shalawat dan salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada sebaik-baiknya mahluk-Nya, Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, juga kepada keluarga dan para sahabatnya.
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam (HR Bukhari, Muslim)
| Antara 9 Mimpi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam | 3:36 AM |
|
Filed under:
Ilmiah
|
|
+of+3373431590_f7abb977a9.jpg)
Antara 9 Mimpi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam
'Sesungguhnya aku telah mengalami
mimpi-mimpi yang menakjubkan pada
malam aku sebelum di Israqkan.... ....'
1. Aku telah melihat seorang dari
umatku telah di datang oleh malaikatul
maut dengan keadaan yg amat
mengerunkan untuk mengambil nyawanya,
maka
malaikat itu terhalang perbuatannya
itu disebabkan oleh KETAATAN DAN
KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA..
2 . Aku melihat seorang dari umatku
telah disediakan azab kubur yang amat
menyiksakan, diselamatkan oleh berkat
WUDUKNYA YANG SEMPURNA.
3. Aku melihat seorang dari umatku
sedang dikerumuni oleh
syaitan-syaitan dan iblis-iblis
lakhnatullah, maka ia diselamatkan
dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS
IKHLAS kepada Allah.
4. Aku melihat bagaimana umatku
diseret dengan rantai yang diperbuat
daripada api neraka jahanam yang
dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan
rantai tersebut ke duburnya oleh
malaikat Ahzab, tetapi SOLATNYA YANG
KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah
melepaskann ya dari seksaan itu.
5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga
yang amat berat, setiap kali dia
mendatangi satu telaga di halang dari
meminumnya,ketika itu datanglah
pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA
ALLAH SWT memberi minum hingga ia
merasa puas.
6. Aku melihat umatku cuba untuk
mendekati kumpulan para nabi yang
sedang duduk berkumpulan- kumpulan ,
setiap kali dia datang dia akan
diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB
DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA
sambil ke kumpulanku seraya duduk
disebelahku .
7. Aku melihat seorang dari umatku
berada di dalam keadan gelap gelita
di sekelilingnya, sedangkan dia
sendiri di dalam keadaan binggung,
maka
datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA
YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu
mengeluarkan nya dari kegelapan kepada
tempat yang terang - benderang.
8. Aku melihat umatku cuba berbicara
dengan golongan orang mukmin
tetapi mereka tidakpun membalas
bicaranya,maka menjelmalah SIFAT
SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA
BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu
menyeru kepada mereka agar menyambut
bicaran ya,lalu berbicara mereka
dengannya.
9. Aku melihat umatku sedang menepis-
nepis percikan api ke mukanya,maka
segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA
YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu
menabir muka dan kepalanya dari bahaya
api tersebut.
BERSABDA RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM: 'SAMPAIKANLAH
PESANANKU KEPADA UMATKU YANG LAIN
WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT'
| 1:01 AM | |
|
Filed under:
Ilmiah
|
|

15 Hikmah Imam Ghazali
Berkata Iman Ghazali (ra) dalam kitabnya, Minhajul A’bidin,
”Kelebihan yang disegerakan Allah Taala terhadap hambaNya apabila melakukan ketaatan kepada-Nya, yang sentiasa berkhidmat kepadaNya, dan menghabiskan usia hidupnya pada jalan ini”
1.Allah Taala sentiasa menyebut dan memuji namanya, dan semulia-mulia hamba itu apabila Tuhan sekalian alam sentiasa menyebut dan memujinya.
2. Tuhan sendiri mengucapkan terimakasih dan meninggikan kedudukannya. Kalau diri diucapkan terima kasih oleh makhluk yang dhaif dan membesar-besarkan dirinya, nescaya diri menjadi mulia kerananya, apalagi Tuhan Yang Awal dan Akhir.
3. Allah Taala sangat mengasihinya dan kiranya manusia dicintai, oleh seorang Penghulu Kampung atau seorang raja dalam sesebuah negeri, sudah tentu dirinya berasa megah dan mendapat manfaat daripadanya. Betapa pula kasih yang diberi oleh Tuhan sekalian alam.
4. Allah Taala sendiri menjadi wakil kepadanya untuk mentadbirkan segala urusannya.
5. Allah Taala memeliharakan rezekinya dan ke mana saja ia pergi, maka di situ terdapat rezeki yang tidak perlu berasa susah payah pun.
6. Allah Taala sendiri menolong dan mengawal dirinya daripada musuh seteru dan menolak apa saja orang yang berniat untuk menyakiti hatinya dan melakukan kejahatan.
7. Allah Taala sendiri yang menjinakkan hatinya hingga tidak berasa keliaran hati terhadap sesuatu perkara yang baru datang, malah ia tidak berasa takut jika berlaku perubahan dan penggantian.
8. Dirinya sentiasa dipermuliakan dan tidak mendapat kehinaan sekalipun membuat kerja-kerja yang hina pada pandangan mata orang ramai. Tetapi ia tidak rela berkhidmat kepada raja-raja di dunia ini dan pembesar-pembesar negeri.
9. Tinggi hemah sekira-kira tidak ingin melumurkan diri dengan kecemaran dunia atau menjadi ahli dunia dan tidak pula ingin berpaling kepada perhiasan dan permainannya seperti permainan budak-budak yang olok-olok belaka.
10. Kaya hati, dan dirasa dirinya sekaya-kaya manusia dalam dunia. Nafsunya sentiasa tenang lega dan riang hati, malah tidak kisahkan kelaparan dan menyusahkan hatinya kalau ketiadaannya
11.Bersinar-sinar cahaya nur hati sehingga dapat memberi petunjuk dengan sinaran itu kepada orang ramai mengenai hal-hal ilmu pengetahuan, rahsia-rahsia, dan hikmah-hikmah yang tidak dapat diberi oleh manusia biasa, kecuali dengan ijtihad yang bersungguh-sungguh dan usia yang berpanjangan.
12. Lapang dada dan tidak berasa susah hati terhadap sesuatu bala yang menimpanya di dunia dan tidak berasa sakit hati dan susah hati atas apa yang diumpat dan diperkatakan oleh manusia.
13. Kelihatan hebat dan menakutkan nafsu dan hati orang ramai hingga terpaksa dihormati oleh kawan dan lawan dan amat ditakuti oleh orang yang sombong dan takbur juga orang yang berkepala batu, sekalipun ia seorang penguasa yang zalim.
14. Dicintai oleh hati manusia, sepertimana firman Allah Taala:
Ertinya, “Tuhan Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang.” (Surah Maryam: 96). Oleh itu, anda lihatlah segala hati bersikap sayang kepadanya, dan semua nafsu bertabiat suka membesar-besarkan dan mempermuliakan dirinya.
15. Allah Taala menganugerahkannya keberkatan yang am, samada pada percakapan, perbuatan, pakaian, tubuh badan, dan sebagainya.
